Ilustrasi belanja online. (Foto: Istimewa)

BALI TIMES – Kejahatan di dunia maya seperti pembajakan kartu kredit
ketika berbelanja di took online akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Direktorat
Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai
terjadinya Formjacking.

“Sering belanja menggunakan kartu kredit di toko online? Waspada
Formjacking,” cuit tim Siber Polri melalui akun Twitter @CCICpolri, Senin,
15 Maret 2021.

Lantas, apa itu Formjacking? Menurut Tim Siber Polri, Formjacking adalah cara
untuk mengambil data kartu kredit menggunakan coding ilegal yang dipasang di
toko online. Modusnya, data kartu kredit dan informasi pribadi seseorang dicuri
lewat JavaScript ilegal dengan membobol data yang anda isi di formulir registrasi
dan data login.

“Sebelum memutuskan untuk belanja online, pastikan toko online punya brand
besar dan terpercaya” lanjut Siber Polri.

Lebih jelasnya, modus Formjacking yang biasa dilakukan hacker menurut Norton.
yakni, setelah pengguna situs web memasukkan data kartu pembayaran mereka pada
halaman pembayaran e-niaga dan mengklik “kirim”, kode JavaScript
berbahaya inilah yang mengumpulkan informasi yang dimasukkan.

Sebelumnya, Kode JavaScript jahat itu telah dipasang oleh para pencuri dunia
maya untuk mengumpulkan informasi seperti detail kartu pembayaran, alamat rumah
dan bisnis, nomor telepon, dan lainnya.

Setelah informasi dikumpulkan, kemudian data tersebut ditransfer ke server
penyerang. Para pencuri dunia maya kemudian menggunakan informasi atau data ini
untuk keuntungan finansial mereka sendiri, atau dijual kembali di web gelap.
Penjahat dunia maya juga dapat menggunakan data tersebut untuk pencurian
identitas atau penipuan kartu pembayaran. (RED03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here