Polsek Medan Timur meringkus tersangka pencurian emas. (Foto: Istimewa)


BALI TIMES – Reskrim Polsek Medan Timur meringkus seorang komplotan pencurian perhiasan emas seberat 150 gram dan puluhan lembar uang Dolar dan Ringgit. Tersangka terpaksa ditembak di bagian kaki lantaran berusaha merebut senjata api petugas.

“Benar, kita ringkus satu tersangka atas nama M Fauzi (36) warga Jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan Medan Timur. Dari tersangka, petugas menyita barang bukti sepeda motor dan sejumlah barang elektronik,” kata Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin didampingi Kanit Reskrim Iptu ALP Tambunan, Senin (15/3).

Kompol Arifin menjelaskan, kejadian ini bermula dari laporan korban Sahlun Nasution. Korban mengaku rumahnya di Jalan M Yacub Gang Haji Abdullah Nomor 8 Kecamata Medan Perjuangan Kota Medan, dibobol kawanan maling saat ditinggal pergi.

“Korban kehilangan satu cincin emas mata hijau 1,16 gram, 1 liontin dan anting emas 8,55 gram, 1 cincin emas mata pink seberat 7,7 gram, 1 cincin emas warna warni seberat 8,6 gram, 2, liontin plus 1 gelang emas total seberat 29 gam, 1 gelang, 1 kalung, 2 cincin, 1 liontin emas total seberat 103 gram, 1 unit laptop dan uang ringgit Malaysia sebanyak 4000an Ringgit,” ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan dari korban, petugas kemudian melakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku. Dari hasil penyelidikan itu, kemudian personel Reskrim Polsek Medan Timur menerima informasi bahwa tersangka M Fauzi sedang berada di Jalan Pasar 9 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Dari penyelidikan diperoleh ciri-ciri pelaku. Kita langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka,” ujar Arifin.

Dari hasil interogasi, Fauzi mengaku membobol rumah korban bersama rekannya bernama Dircalindu Yunandar Nasution alias Mandra. Namun saat pengembangan untuk mengejar tersangka Mandra dan mencari barang bukti, tersangka Fauzi berpura-pura ingin ke kamar mandi.

“Bahkan tersangka berusaha menyerang petugas dengan mencoba merampas senajata api milik petugas sehingga dilakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki tersangka,” papar Arifin.

Menurut Kompol Arifin, dari hasil pemeriksaan, tersangka Fauzi membagi hasil curian itu kepada tersangka Mandra.

Diperkirakan kerugian yang dialami korban mencapai Rp120 juta. Tersangka Fauzi merupakan residivis yang pernah ditahan di Polsek Dolok Sanggul.

“Tersangka Fauzi mendapatkan hasil curian Rp60 juta. Kemudian uang tersebut dibeli sepeda motor dan sejumlah barang elektronik. Tersangka Fauzi pernah ditahan dalam kasus pencurian, dengan menjalani hukuman 3 tahun penjara dan bebas tahun 2018,” terangnya. (RED03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here