BALIKPAPAN NEWS – Kepastian pemberangkatan jemaah haji 1442H/2021M masih menunggu keputusan Saudi. Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag tetap melakukan mitigasi, termasuk terkait pemetaan kuota.

Sembari menunggu keputusan Saudi, Plt. Dirjen PHU Khoirizi meminta Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi untuk mulai memetakan kuota haji. Hal ini menurutnya sebagai bagian dari mitigasi jika ada keputusan tentang pembatasan kuota haji.

“Paling tidak sudah punya mindset untuk mengaturnya jika ada pembatasan kuota, kita tetap menunggu keputusan regulasi dari pemerintah Arab Saudi,” kata Khoirizi, Sabtu (20/3/2021).

Khoirizi juga meminta Bidang PHU Kanwil untuk memetakan jemaah haji yang sudah divaksin. Mereka adalah jemaah sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2020.

“Vaksinasi tahap pertama untuk jemaah haji sudah dimulai. Segera lakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Dinas Kesehatan atau Puskesmas. Yang penting jemaah dan petugas sudah divaksin,” ujar Khoirizi.

Diketahui, hingga saat ini atau empat bulan menjelang musim haji 1442 Hijriah, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum memutuskan pelaksanaan ibadah haji 2021. Belum ada kepastian apakah format haji tahun ini sama seperti tahun 2020 lalu atau ada perubahan.

Tapi, Indonesia akan menjadi negara pertama yang diberi kabar oleh Kerajaan Arab Saudi terkait informasi kepastian haji tahun ini. Bukan tanpa alasan, karena jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar di antara semua negara di dunia.

Sebelumnya, pada tahun 2020, Arab Saudi memutuskan pelaksaaan haji hanya diikuti kurang lebih seribuan jemaah. Hal itu dilakukan lantaran merebaknya pandemi Covid-19.

Jemaah yang diizinkan mengikuti ibadah haji saat itu adalah warga Saudi dan warga asing yang menetap di negara tersebut (mukimin). Ibadah haji pun dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Selama ini, perhitungan kuota haji mengacu kepada Keputusan KTT-OKI tahun 1987 di Amman, Yordania. Dalam forum itu disepakati bahwa kuota haji dihitung berdasarkan rumus 1/1.000 (satu per seribu) dari jumlah penduduk muslim suatu negara.

Sejak itu, kuota haji Indonesia sebesar 211.000 orang, terdiri atas 194.000 jamaah haji reguler dan 17.000 jemaah haji khusus. (RED03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here