BALIKPAPAN NEWS – Pemerintah berupaya melindungi para calon jemaah haji (calhaj) yang akan berangkat ke Tanah Suci kelak dari terpapar virus Covid-19. Upaya perlindungan ini dengan mengikutsertakan para calhaj dalam program vaksinasi Covid-19 tahun 2021. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menerangkan bahwa vaksinasi dilakukan kepada seluruh calhaj dan khususnya mereka yang sudah usia lanjut (lansia).

“Saat ini tercatat lebih dari 57 ribu lansia calon jemaah haji yang sedang menunggu pelaksaanaan vaksinasi,” kata Wiku, Rabu (24/3/2021) 

Pelaksanaan vaksinasi ini, dilakukan sembari pemerintah menunggu keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021. Pandemi Covid-19 berdampak pada keberangkatan para calhaj dari tanah air. 

Di samping itu, terkait vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi, sudah dipastikan keamanannya dan kehalalannya. Khusus vaksin AstraZaneca yang akan digunakan dalam program vaksinasi tahap 2, sudah mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Bahkan untuk memastikan keamanannya, Presiden Joko Widodo telah menghadiri langsung penyuntikan vaksin AstraZaneca kepada masyarakat yang bertempat di Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin 22 Maret 2021.  

Diketahui, hingga saat ini atau empat bulan menjelang musim haji 1442 Hijriah, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum memutuskan pelaksanaan ibadah haji 2021. Belum ada kepastian apakah format haji tahun ini sama seperti tahun 2020 lalu atau ada perubahan.

Tapi, Indonesia akan menjadi negara pertama yang diberi kabar oleh Kerajaan Arab Saudi terkait informasi kepastian haji tahun ini. Bukan tanpa alasan, karena jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar di antara semua negara di dunia.

Sebelumnya, pada tahun 2020, Arab Saudi memutuskan pelaksaaan haji hanya diikuti kurang lebih seribuan jemaah. Hal itu dilakukan lantaran merebaknya pandemi Covid-19. Jemaah yang diizinkan mengikuti ibadah haji saat itu adalah warga Saudi dan warga asing yang menetap di negara tersebut (mukimin). Ibadah haji pun dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. (RED03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here